Mengenal Jenis Batik, Tips Perawatan, dan Cara Beli Busana Batik Langsung dari Produsen

batik murah
Kain batik dikenal bertekstur halus, adem saat dikenakan, dan tersedia dengan beragam model menawan. Beragam model busana batik pun menjadikannya semakin digemari oleh masyarakat. Tidak hanya untuk acara formal saja, Anda pun bisa menemukan kreasi busana yang cocok untuk bersantai. Agar mengenal jenis batik, tips perawatan, dan cara membelinya, simak berbagai infonya berikut ini. 


Jenis Batik Berdasarkan Daerah Asalnya

Batik sudah dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya oleh UNESCO. Berbagai coraknya begitu kreatif, dan menjadi simbol budaya di daerah kelahirannya. Sangat banyak daerah di Indonesia yang tercatat sebagai penghasil batik berkualitas tinggi. Kawasan itu seperti Yogyakarta, Cirebon, Madura, Lasem, Kalimantan, dan masih banyak lagi kota daerah lainnya. Setiap karyanya sangat unik, dan melahirkan ciri khas tersendiri. Nah, apa sajakah keunikan setiap jenis batik tersebut?
  • Batik Pekalongan. Jenis batik ini sangat kaya warna, dengan menampilkan motif pesisir. Dalam satu coraknya bisa memadukan sepuluh warna sekaligus. Dengan begitu, batik ini terlihat sangat atraktif tapi tetap menonjolkan unsur dinamis. Kain batiknya digunakan dalam berbagai varian busana, dan tersebar di banyak daerah di Indonesia. Anda bisa mengunjungi Sentra Batik Setono di pusat Kota Pekalongan, untuk bisa mendapatkan banyak kreasi dengan harga yang lebih miring.
  • Batik Solo. Batik dari daerah ini tidak hanya ternama di Indonesia, tetapi sudah merambah ke mancanegara. Kampung Lawehan adalah kawasan yang dikenal sebagai sentra kerajinan batik di Kota Surakarta (Solo). Setidaknya terdapat lima motif batik Solo, yang paling populer yaitu sekar jagad, bokor kencana, parang kusuma, ratu ratih, dan motif sido asih.
  • Batik Yogyakarta. Warna dasar hitam dan putih menjadi ciri khasnya, terpadu dengan beragam warna motif beraneka ragam, antara lain coklat soga dan biru tua. Budaya Jawa-Hindu sangat mempengaruhi corak batik Jogja. Sejumlah motif yang sangat ternama adalah parang, truntum, sekar jagad, kawung, sido asih, dan sebagainya. Dulunya, batik hanya dikenakan oleh keluarga Kerajaan saja. Tetapi sekarang ini semua orang dari berbagai kalangan bebas mengenakannya dalam berbagai kesempatan.
  • Batik Lasem. Warna merah menyala menjadi cirik khas bagi batik Lasem. Hal itu karena karya batik tersebut mendapatkan pengaruh besar dari budaya Tiongkok atau Cina.  Beberapa corak batiknya yang sangat tersohor adalah latohan, sekar jagad, krecak, dan corak tiga negri. Batik ini berasal dari kawasan perbatasan antara Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
  • Batik Cirebon. Warna cerah menjadi ciri khas bagi batik asal Cirebon, Jawa Barat ini. Terkadang bagian dasarnya ada juga yang dibiarkan kosong tanpa sentuhan corak atau motif tertentu. Sebagian besar coraknya menggambarkan keseimbangan alam, dengan adanya flora dan fauna cantik. Desa Trusmi dikenal sebagai daerah penghasil batik Cirebon tersebut. Pewarnaan dengan dominasi cerah sangat pengaruhnya dari budaya Belanda, Arab, dan Tiongkok. Beberapa motif batiknya yang sangat tersohor, antara lain mega mendung, putri cina, dan naga liman.
  • Batik Madura. Batik dari kawasan pesisir Madura ini juga didominasi dengan warna cerah. Warnanya terlihat sangat menyala dan berani. Pengrajin batik di kawasan Madura memang terkenal dengan hasil karya batik dengan perpaduan warna cerah memikat. Corak batik amparan, dan carcena sisik merupakan yang paling populer. Sentra produksi batiknya lebih banyak dijumpai di kawasan Pamekasan, Sumenep, dan Tanjung Bumi.
  • Batik Kalimantan. Jenis batik ini tersohor dengan warnanya yang variatif dan terkesan sangat ramai. Secara umum, beberapa corak batiknya antara lain balanga,  burung enggang,  mandau, dan batang garing. Sedangkan di kawasan Kalimantan Selatan dikenal corak sasirangan, dan corak benang bintik ditemukan di daerah Kalimantan Tengah.  
  • Batik Jakarta. Batik kreasi masyarakat Betawi ini dulunya pernah menjadi idola di kawasan ibu kota Jakarta. Motif ondel-ondel dengan latar belakang warna hitam, menjadi ciri khas batiknya. Sayangnya, eksistensinya terus tergerus oleh gempuran modernisasi. Budaya berpakaian dari negeri barat, sangat cepat melibas budaya memakai batik di kalangan masyarakat Jakarta. Sehingga kini terbilang sangat sulit untuk mendapatkan jenis batik ini.
  • Batik Bali. Kreasi kain sarung asal Bali memang sangat populer dan bahkan mendunia. Tetapi kawasan ini juga melahirkan jenis batik yang sangat menawan. Pesona keindahan alam Pulau Dewata tersebut, sangat mendominasi motif batiknya.
  • Batik Tasik. Ciri khas jenis batik ini adalah dengan warnanya yang cerah. Sedangkan motifnya menampilkan keanekaragaman flora dan fauna di kawasan Tasik Malaya. Corak batik ini menampilkan eksotisme  bunga, burung, dan sebagainya.
  • Batik Banten. Jenis batik ini juga sudah dikenal masyarakat dunia. Keunikan dari motif batiknya adalah dijadikan sebagai media menceritakan sejarah yang berlangsung di wilayah tersebut. Motifnya itu sangat jarang dijumpai pada karya batik dari kawasan lain di Indonesia.
  • Batik Minangkabau. Jenis batik ini asalnya dari kawasan Padang, Provinsi Sumatera Barat. Batik tanak liek (dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai batik tanah liat). Hal itu karena tanah liat dijadikan sebagai salah satu pewarna pada batik tersebut. Sayangnya, jenis batik memukau ini semakin sulit dijumpai.
  • Batik Tegal. Meskipun kurang dikenal tetapi di daerah asalnya semakin gencar dilestarikan. Batik tegalan ini mengusung motif batik klasik yang lebih tegas, sebagai pencerminan karakter masyarakat pesisir pantai. Ketegasan motifnya mirip dengan kreasi batik Madura. Untuk pewarnaan batiknya digunakan pewarna alami, seperti dari nila, mengkudu dan soga kayu. Motif klasiknya terbagi atas dua motif, apa saja?
Batik ini hadir dengan motif irengan, yang menonjolkan warna hitam, biru, dan coklat. Sedangkan motif gambar sangat banyak, antara lain kopi pecah, parang, parang angkik, rujak sente, welut gumbel, kecubung, udan liris, ukel wit-witan, sidomukti ukel, sidomukti putihan, manggaran, buntat, kawung endog, kawung melinjo, jahe-jahean, gibrikan, sawat ireng atau sawat candra, putihan, ukel pyur, semut runtung, cempaka mulya, dan cempaka putih.

Motif lainnya adalah batik bangjo. Jenis batik ini lebih menonjolkan warna merah, hijau, biru, kuning, dan coklat. Sedangkan untuk motif gambar batiknya adalah wadas gempal, jamblangan, kawung jenggot, kopi pecah, galaran, buntut bajing, tambangan, tumbar bolong, blarakan, sokaraja, unian, cecek kawe, beras mawur, dan semut runtung.

Selain ada motif klasik terdapat pula motif pengembangan. Pada motif ini dipengaruhi oleh kreasi batik dari daerah lain. Tetapi tetap mempertahankan pakemnya, dengan tidak melupakan gambar berhubungan dengan flora dan fauna. 

Beberapa motif yang ditemukan adalah kawung kecik, semut runtung, beras wutah, grandil,  galaran, mayang jambe, manggaran, kipas-kipasan, kembang pacar, blarak saleret, cecek  ngawe, sotong, manuk surwiti, manuk emprit, gedong kosong, kawung ece, kawung melinjo, dan kembang kertas.

Berdasarkan catatan sejarah batik tulis tegal sangat dipegaruhi gaya batik Kerajaan Mataram. Karena memang lahirnya batik tegal, karena hadirnya Sunan Amangkurat Mas atau Raja Amangkurat I dari Keraton Kasunanan Surakarta. Sang raja kala itu sedang dalam masa pelarian di Tegal Arum, dan membawa serta sejumlah pengikutnya yang ahli dalam membuat batik.

Sekolah Kepandaian Putri menjadikan batik berkembang sangat pesat di kawasan Tegal, Jawa Tengah. Karena pelajaran membatik dijadikan salah satu pelajaran di kurikulum sekolah tersebut. Sekolah itu sudah berdiri sejak tahun 1914. Pendirinya adalah istri Bupati Tegal saat itu RM. Sajitno Reksonegoro IX, bernama RA Kardinah. 

Bupati tersebut menjabat sebagai bupati sejak tahun 1908 hingga 1936. RA Kardinah adalah kakak dari RA Kartini yang dikenal sebagai pahlawan emansipasi wanita di Indonesia. Saat ini nama Kardinah diabadikan sebagai nama sebuah rumah sakit di Kota Tegal. 

Jenis Batik Berdasarkan Teknik Pembuatannya

jenis batik
Pada awalnya proses pembuatan batik ditulis secara manual menggunakan canting, dan malam yang sudah dipanaskan. Namun dengan perkembangan zaman, maka muncullah beragam cara pembuatan batik, yakni batik printing dan batik cap. Durasi waktu pembuatan menjadi lebih cepat, dengan harga yang lebih terjangkau.

Sedangkan batik tulis bisa menghabiskan waktu berhari-hari dalam pembuatannya, dengan kualitas yang lebih bagus. Wajar saja kalau harganya lebih tingi. Nah, seperti apa teknik pembuatan batik yang umum dilakukan oleh pengrajinnya?
  • Batik Tulis. Canting akan digunakan dalam proses membatik. Malam atau lilin batik yang telah dipanaskan digunakan sebagai tintanya. Terdapat sejumlah uluran dan jenis canting, yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Biasanya warna putih atau warna cerah digunakan sebagai dasar pembuatan berbagai motif atau gambar batiknya. Uniknya, gambar batiknya terlihat di kedua sisi. Jadi bisa termbus secara bolak balik.
  • Batik Cap. Cap berbahan besi atau tembaga digunakan sebagai alat pembentuk corak atau gambar pada kain. Cap tersebut dibasahi dengan malam, sebelum dilekatkan pada kainnya.  Proses ini masih menggunakan tenaga manusia, untuk mengecap kain dengan motif batik tertentu. Beda motif maka berbeda pula cap yang digunakan. Proses pengerjaannya sangat jelas lebih cepat dibandingkan dengan batik tulis. Namun motifnya terlihat hanya kuat di satu sisi saja (tidak bolak balik).
  • Batik Printing. Pembuatan batik jenis ini sudah menggunakan mesin tekstil. Dimana nantinya kain dicetak dengan motif atau gambar tertentu. Karena sudah tidak mengandalkan tenaga manusia lagi, maka prosesnya pun berlangsung sangat cepat. Motif yang tercetak biasanya mengikuti corak yang sudah ada di pasaran.
Jenis Batik Berdasarkan Pola atau Motifnya

jenis batik
Secara umum kalau diperhatikan dari motif batiknya, terdapat dua jenis, yakni batik pesisir dan batik klasik. Secara umum, semuanya menampilkan corak yang menawan, sehingga menambah variasi terhadap kreasi batik di Nusantara. Nah, agar lebih mengenalnya lebih baik, seperti apa pesona yang ditampilkan setiap jenis batik tersebut?
  • Batik klasik. Pada dasarnya batik klasik memiliki dua macam keindahan, yakni keindahan filosofi dan keindahan visualnya. Perpaduan warna dan bentuknya yang memikat, menjadikannya menampilkan keindahan visual yang sangat harmonis. Sedangkan makna filosofi mendalam nampak dari lambang atau gambar yang ditampilkan. Beberapa motif batik klasik, antara lain sidomuksi, kawung, parang rusak, dan sebagainya. Karena adanya unsur filosofi itulah setiap motif tercipta disesuaikan dengan aktivitas yang dilakukan. Nilai seni bernilai tinggi ini sebagai wujud budaya nenek moyang yang luar biasa. Hingga kini motif batik ini masih bisa ditemukan, seakan tidak lekang oleh perubahan zaman. Kaum muda pun semakin gemar mengenakan batik, karena para desainer handal       mampu menciptakan tren fashion modern, dengan menonjolkan unsur batik yang sangat kental.
  • Batik pesisir. Motif batiknya biasanya menceritakan sesuasai alam pesisir, dengan perpaduan warna meriah, antara lain warna kuning, hijau, merah dan sebagainya. Pola batik yang ditampilkan tidak berpatokan pada motif batik klasik atau tradisional. Pengrajinnya dengan bebas melahirkan beragam perpaduan warna dan bentuk yang lebih inovatif. Tetapi tentunya tetap memikat dan bernilai seni tinggi.
Tips Perawatan Pakaian Batik Agar Tetap Awet

merawat batik
Cara pencucian dan perawatan yang keliru, membuat busana batik menjadi cepat memudar warnanya, dan tampak tidak menarik lagi. Untuk itu Anda harus menerapkan berbagai cara yang tepat, sehingga pakaian batik Anda tetap terlihat baru dan awet. Nah, apa sajakah tips yang dapat diterapkan?
  • Jangan mencuci busana batik memakai mesin cuci. Cara mencuci ini memang sangat praktis, tidak membuang tenaga dan waktu. Sayangnya, cara tersebut tidak aman bagi pakaian berbahan batik. Sebaiknya Anda mencucinya secara manual dengan tangan. Karena akan lebih mudah untuk menentukan kekuatan dalam mengguceknya.
  • Jangan mencampurkan dengan pakaian berbahan lain. Terutama pisahkan dengan pakaian yang mudah luntur. Karena paparan warna lunturannya sudah pasti akan berpengaruh pada keindahan busana batiknya. Kalau mau mencuci berbagai busana batik, penting pula untuk memisahkan pakaian tersebut berdasarkan dominasi warnanya. Jadi kalau ada yang luntur tidak akan berpengaruh besar terhadap warna batiknya.
  • Direndam di dalam air hangat. Tujuan langkah ini agar pori-pori kainnya terbuka, sehingga kotoran yang melekat akan lebih gampang terangkat. Dengan begitu, proses pengucekan pakaian batik akan lebih ringan dan cepat. Nah, kalau nodanya tidak begitu membandel, maka dalam proses perendaman saja, seluruh kotorannya bisa terlepas dengan sendirinya. Dengan begitu, tanpa proses pengucekan lagi seluruh kotoran yang menempel bisa hilang. Tentunya hal itu sangat meringankan proses pencuciannya. Proses perendaman kain baik dengan air hangat, juga membantunya tidak mudah menyusut atau mengkerut.
  • Jangan gunakan deterjen dalam proses pencucian busana batik. Busa berlebihan yang dihasilkan dari deterjen justru menimbulkan efek buruk bagi kain batik. Warna dan tekstur busana batiknya menjadi lebih rusak. Warna yang semakin terkikis, sudah pasti membuat busana batik tidak lagi terlihat menawan. Sebagai solusinya, Anda bisa mengandalkan sabun khusus untuk mencuci kain batik. Bisa juga memakai sabun mandi atau shampo sebagai penganti fungsi deterjen.
  • Jangan mengucek kain batik terlalu keras. Paparan noda atau kotoran yang sulit dibersihkan membuat Anda menguceknya terlalu kuat. Cara tersebut sangat keliru, karena bisa membuat busana batik cepat rusak. Karena kain batik rentan lecek, maka tidak disarankan untuk menguceknya dalam proses pencuciannya. Namun, kalau nodanya sangat bandel, bisa menambahkan sabun mandi atau sampo, dan hanya mengucek di bagian kain yang terkena noda saja.
  • Baju batik tidak perlu diperas. Biasanya untuk mengurangi kadar air sebelum menjemurnya, maka Anda memeras busana batik sekuat mungkin. Bisa juga dengan menggunakan mesin pengering, yang terdapat di mesin cuci. Lecek dan mengkerut adalah risiko yang diakibatkan dari proses memeras kain batik tersebut. Kondisi ini mengakibatkan bentuknya tidak seperti semula, terutama pada jenis batik tulis.
  • Jemur busana batik di tempat yang teduh, jangan langsung di bawah terik matahari langsung. Supaya cepat kering, maka pakaian yang habis dicuci dan diperas airnya, kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Tujuannya agar cepat mengering, tetapi cara itu sangat salah kalau diterapkan pada busana batik. Warna yang cepat memudar, dan kerusakan lainnya gampang dialaminya. Karena itu, cukup jemur busana batik di tempat yang teduh, atau cukup diangin-anginkan saja.
  • Jangan seterika bagian luar busana batik. Tahapan terakhir adalah penyetrikaan busana batik. Sebelum dikenakan atau di simpan di dalam lemari pakaian, tahapan itu biasanya dilakukan. Sehingga pakaian terlihat lebih rapi, dan lebih menarik saat dikenakan. Nah, berbeda dengan bahan pakaian lainnya, dalam proses ini tidak disarankan untuk menyetrika bagian luar busana batik. 
Pada dasarnya kain batik tidak boleh terkena suhu panas secara berlebihan. Sehingga dalam penjemuran tidak boleh langsung di bawah terik matahari, dan termasuk pula pada saat menyetrikanya. Supaya warnanya tetap terjaga atau tidak mudah memudar, maka sangat dianjurkan untuk menyetrika bagian dalam pakaian batiknya saja.

Cara Beli Busana Batik Langsung dari Produsen

jual pakaian batik
Nah, setelah mengenal beragam jenis dan motif batik dari berbagai daerah di Indonesia, pastinya Anda sudah ingin segera memiliki beragam koleksi busana batik yang menawan. Tetapi tentunya dengan kualitas prima, dan dengan harga yang kompetitif. Caranya mudah, dengan membelinya langsung dari para produsen atau pengrajinnya.

Saat ini sudah hadir marketplace Qlapa, sebagai wadah para pengrajin lokal berkualitas. Dengan begitu, Anda tidak harus pergi ke tempat tertentu, agar bisa mendapatkan produk busana batik bermutu dengan harga sangat bersahabat. Proses pembelian dijamin sangat aman, karena Qlapa akan berfungsi sebagai penghubung pembeli dengan penjual.

Transaksi pemesanan akan diteruskan kepada penjual atau produsen. Nah, setelah barang Anda terima, maka uang orderan Anda baru akan diserahkan kepada penjual. Jadi, baik penjual maupun pembeli sama-sama diuntungkan. Kalau ternyata barang yang Anda terima tidak semua pesanan atau mengalami kerusakan tertentu, maka bisa memanfaatkan fitur pengembalian produk.

Untuk itu, demi kenyamanan dalam berbelanja bacalah dengan cermat seluruh kebijakan toko atau penjualnya. Cermati seluruh deskripsi yang dicantumkan, agar memastikan Anda sudah paham betul dengan gambaran produk yang ditawarkan.

Aneka model busana batik tersedia sangat lengkap di Qlapa. Anda bisa menemukan beragam model busana atasan dan bawahan. Inovasi modelnya bisa dimanfaatkan untuk menghadiri acara formal, maupun untuk busana semi formal atau pun bersantai.

Sebagian besar produk busana batiknya sudah dilengkapi dengan gambar menawan, yang diperagakan oleh model profesional. Berbagai posenya ditampilkan dari berbagai sisi, baik dari depan, samping, dan belakang. Ukuran, bahan dan sebagainya sudah dijelaskan secara komplit di deskripsi produknya.

Dengan begitu, akan memastikan kalau busana yang Anda beli sangat pas dengan kondisi tubuh Anda. Jadi tunggu apalagi, segera kunjungi situs belanja produk kerajinan unik dan handmade terbesar di Indonesia ini, hanya di Qlapa.

Ingin memadukan busana batik dan tas kulit? Simak informasi mengenai unsur penting saat akan membeli tas kulit.



Komentar