Ingin Mendaki Gunung Papandayan? Tips Ini Akan Memudahkan Anda Mencapai Puncaknya

Gunung Papandayan
Para pendaki gunung pastinya mengenal Gunung Papandayan. Gunung ini memiliki Tegal Alun, yakni padang bunga edelweiss yang sangat cantik. Ketinggian gunung ini tercatat 2.665 mdpl. Sehingga cukup menantang untuk ditaklukkan. Pendaki yang datang dari kawasan Jakarta atau Jawa Barat, bisa menempuh jalur pendakian dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Agar pendakiannya lancar, inilah beberapa tips yang bisa diterapkan?


Ketahui Pilihan Transportasinya

Jalur pendakiannya relatif mudah karena medannya landai. Camp David adalah titik awal sebelum Anda memulai pendakian. Semua pendaki bisa menuju Terminal Guntur Garut, sebelum sampai di kaki gunung. Kalau Anda sampai di terminal pada dini hari, bisa menaiki angkot dengan tujuan pertigaan Pasar Cisurupan.

Waktu tempuh dari Terminal menuju pertigaan Pasar Cisurupan kurang lebih satu jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil bak terbuka atau pick up. Dari pasar tersebut hingga titik awal pendakian, setidaknya membutuhkan waktu 30 menit.

Kalau menggunakan mobil pick up, Anda harus bersabar. Karena kendaraan ini hanya akan berangkat kalau penumpangnya sudah penuh. Biasanya mobil ini akan berangkat, setelah sudah ada 16 orang penumpang. Untuk tarifnya sekitar 20 ribu setiap orang. Alternatifnya adalah dengan memanfaatkan ojek motor. Ojek motor hanya tersedia sampai jam lima sore saja, dengan tarif berkisar 20 ribu hingga 25 ribu rupiah.

Jangan Lupakan Stok Logistik

Anda bisa membeli berbagai makanan di Pasar Cisurupan atau di toserba di sekitar pasar tersebut. Sangat disarankan untuk lebih membeli makanan yang kaya gizi. Sehingga sangat menunjang kebutuhan energi selama pendakian. Memang di setiap pos pendakian juga ditemukan warung dengan aneka makanan. Sayangnya, hanya menyuguhkan menu gorengan, mie instan, minuman teh dan kopi saja.

Pastikan Selalu Mengenakan Sepatu

Sandal gunung biasanya diandalkan pendaki. Tapi ada baiknya kalau mengenakan sepatu, karena bisa menutupi bagian mata kaki. Dengan begitu, faktor keselamatan dan kenyamanan lebih tinggi. Sejumlah jalur pendakian memiliki kontur tanah gempur. Sehingga kalau mengenakan sepatu, kaki akan lebih terlindungi dari bahaya terkena goresan.

Memakai Masker

Gunung Papandayan tercatat sebagai gunung aktif dan masih menghasilkan gas belerang di kawasan kawahnya. Jadi sangat disarankan untuk selalu memakai masker berbahan kain. Terutama ketika melintasi Camp David yang menuju Puncak Kawah. Dengan penggunaan masker, maka sistem pernafasan tidak terkontaminasi oleh paparan gas tersebut.

Jangan Menerjang Kabut

Berfoto di Hutan Mati adalah salah satu kegemaran para pendaki saat berada di Papandayan. Pepohonan di kawasan ini mati, dikarenakan terpapar letusan gunung ini. Kabut seringkali memenuhi kawasan tersebut. Sehingga sangat menghalangi pandangan mata. Karena itu, agar tidak tersesat sangat dianjurkan untuk tidak menerjang kabut.

Untuk kebutuhan air, Anda bisa mendapatkannya di berbagai pos pendakian. Seperti di Pos Pondok Salada, dan Pos Pundak Kawah. Anda juga bisa membeli air mineral di tempat tersebut. Nah, itulah beberapa tips yang bisa Anda perhatikan saat akan mendaki Gunung Papandayan. Selamat mendaki.




Komentar